Inilah Rencana SBY Tentang Pemindahan Ibukota Negara Indonesia dari Jakarta


SBY tengah memikirkan lokasi baru pusat pemerintahan. Kalau seperti Malaysia itu tanggung dan tidak sepenuh hati. Cuma 40 km. Sehingga sebagian tidak pindah rumah dan akhirnya jadi jauh dan macet.

Harusnya seperti Brazil yang memindahkan ibukotanya begitu jauh dari Rio de Janeiro ke Brasilia, atau Amerika Serikat dari New York ke Washington DC, Jepang dari Kyoto ke Tokyo, Australia dari Sidney ke Canberra, Jerman dari Bonn ke Berlin.

Karena jauh akhirnya pada pindah rumah. Kalau dekat, misalnya di Jonggol atau Sentul, niscaya orang Tangerang, Bogor, Jakarta, Bekasi, Depok tetap tinggal di rumahnya dan berkantor di ibukota baru. Jalan jauh dan kemacetan pun terus berlangsung.

Pemindahan Ibukota Negara Indonesia dari Jakarta

Pertama-tama kita harus sadar bahwa pemindahan ibukota dari satu kota ke kota lain adalah hal yang biasa dan pernah dilakukan. Sebagai contoh, Amerika Serikat pernah memindahkan ibukota mereka dari New York ke Washington DC, Jepang dari Kyoto ke Tokyo, Australia dari Sidney ke Canberra, Jerman dari Bonn ke Berlin, sementara Brazil memindahkan ibukotanya dari Rio de Janeiro ke Brasilia. Indonesia sendiri pernah memindahkan ibukotanya dari Jakarta ke Yogyakarta.

Over Populasi (Jumlah penduduk melebihi daya tampung) merupakan penyebab utama kenapa banyak negara memindahkan ibukotanya. Sebagai contoh saat ini Jepang dan Korea Selatan tengah merencanakan pemindahan ibukota negara mereka. Jepang ingin memindahkan ibukotanya karena wilayah Tokyo Megapolitan jumlah penduduknya sudah terlampau besar yaitu: 33 juta jiwa. Korsel pun begitu karena wilayah kota Seoul dan sekitarnya jumlah penduduknya sudah mencapai 22 juta. Bekas ibukota AS, New York dan sekitarnya total penduduknya mencapai 22 juta jiwa. Jakarta sendiri menurut mantan Gubernur DKI, Ali Sadikin, dirancang Belanda untuk menampung 800.000 penduduk. Namun ternyata di saat Ali menjabat Gubernur jumlahnya membengkak jadi 3,5 juta dan sekarang membengkak lagi hingga daerah Metropolitan Jakarta yang meliputi Jabodetabek mencapai total 23 juta jiwa.


Jadi pemindahan ibukota bukanlah hal yang tabu dan sulit. Soeharto sendiri sebelum lengser sempat merencanakan pemindahan ibukota Jakarta ke Jonggol.

Kenapa kita harus memindahkan ibukota dari Jakarta? Apa tidak repot? Apa biayanya tidak terlalu besar? Jawaban dari pertanyaan ini harus benar-benar tepat dan beralasan. Jika tidak, hanya buang-buang waktu, tenaga, dan biaya.

Pertama kita harus sadar bahwa ibukota Jakarta di mana lebih dari 80% uang yang ada di Indonesia beredar di sini merupakan magnet yang menarik penduduk seluruh dari Indonesia untuk mencari uang di Jakarta. Arus urbanisasi dari daerah ke Jakarta begitu tinggi. Akibatnya jika penduduk Jakarta pada zaman Ali Sadikin tahun 1975-an hanya sekitar 3,5 juta jiwa, saat ini jumlahnya sekitar 10 juta jiwa. Pada hari kerja dengan pekerja dari wilayah Jabotabek, penduduk Jakarta menjadi 12 juta jiwa.

Jumlah penduduk Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi diperkirakan sekitar 23 juta jiwa. Padahal tahun 1986 jumlahnya hanya sekitar 14,6 juta jiwa (MS Encarta). Jika Jakarta terus dibiarkan jadi ibukota, maka jumlah ini akan terus membengkak dan membengkak. Akibatnya kemacetan semakin merajalela. Jumlah kendaraan bertambah. Asap kendaraan dan polusi meningkat sehingga udara Jakarta sudah tidak layak hirup lagi. Pohon-pohon, lapangan rumput, dan tanah serapan akan semakin berkurang diganti oleh aspal dan lantai beton perumahan, gedung perkantoran dan pabrik. Sebagai contoh berbagai hutan kota atau tanah lapang di kawasan Senayan, Kelapa Gading, Pulomas, dan sebagainya saat ini sudah menghilang diganti dengan Mall, gedung perkantoran dan perumahan.

Hal-hal di atas akan mengakibatkan:

1. Jakarta akan jadi kota yang sangat macet
2. Dengan banyaknya orang bekerja di Jakarta padahal rumah mereka ada di pinggiran Jabotabek, akan mengakibatkan pemborosan BBM. Paling tidak ada sekitar 6,5 milyar liter BBM dengan nilai sekitar Rp 30 trilyun yang dihabiskan oleh 2 juta pelaju ke Jakarta setiap tahun.
3. Dengan kemacetan dan jauhnya jarak perjalanan, orang menghabiskan waktu 3 hingga 5 jam per hari hanya untuk perjalanan kerja.
4. Stress meningkat akibat kemacetan di jalan.
5. Penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas) juga meningkat karena orang berada lama di jalan dan menghisap asap knalpot kendaraan
6. Banjir dan kekeringan akan semakin meningkat karena daerah resapan air terus berkurang.
7. Jumlah penduduk Indonesia akan terpusat di wilayah Jabodetabek. Saat ini saja sekitar 30 juta dari 200 juta penduduk Indonesia menempati area 1500 km2 di Jabodetabek. Atau 15% penduduk menempati kurang dari 1% wilayah Indonesia.
8. Pembangunan akan semakin tidak merata karena kegiatan pemerintahan, bisnis, seni, budaya, industri semua terpusat di Jakarta dan sekitarnya.
9. Tingkat Kejahatan/Kriminalitas akan meningkat karena luas wilayah tidak mampu menampung penduduk yang terlampau padat.
10. Timbul bahaya kelaparan karena over populasi dan sawah berubah jadi rumah, kantor, dan pabrik. Saat ini pulau Jawa yang merupakan pulau terpadat di dunia 7 x lipat lebih padat daripada RRC. Kepadatan penduduk di Jawa 1.007 orang/km2 sementara di RRC hanya 138 orang/km2. Tak heran di pulau Jawa banyak orang yang kelaparan dan makan nasi aking.

Untuk itu diperlukan penyebaran pusat kegiatan di berbagai kota di Indonesia. Sebagai contoh, di AS pusat pemerintahan ada di Washington DC yang jumlah penduduknya hanya 563 ribu jiwa. Sementara pusat bisnis ada di New York dengan populasi 8,1 juta. Pusat kebudayaan ada di Los Angeles dengan populasi 3,9 juta. Pusat Industri otomotif ada di Detroit dengan jumlah penduduk 911.000 jiwa.

Di AS kegiatan tersebar di beberapa kota. Tidak tertumpuk di satu kota. Sehingga pembangunan bisa lebih merata.

Indonesia juga harus begitu. Semua kegiatan jangan terpusat di Jakarta. Jika tidak, maka jumlah penduduk kota Jakarta akan terus membengkak. Dalam 10-20 tahun, Jakarta akan jadi kota yang mati/semrawut karena jumlah penduduk yang terlampau banyak (saat ini saja kemacetan sudah luar biasa).

Biarlah Jakarta cukup menjadi pusat bisnis. Untuk pusat pemerintahan, sebaiknya dipindahkan ke Kalimantan Tengah.

Kenapa Kalimantan Tengah? Kenapa tidak di Jawa, Sulawesi, atau Sumatra?

Pertama Jawa adalah pulau kecil yang sudah terlampau padat penduduknya. Luas pulau Jawa hanya 134.000 km2 sementara jumlah penduduknya sekitar 135 juta jiwa. Kepadatannya sudah mencapai lebih dari 1.000 jiwa per km2. Apalagi pulau Jawa yang subur dengan persawahan yang sudah mapan seharusnya dipertahankan tetap jadi lahan pertanian untuk mencukupi kebutuhan pangan di Indonesia. Kalau dipaksakan di Jawa, maka luas sawah akan berkurang sebanyak 50.000 hektar! Produksi beras/pangan lain akan berkurang sekitar 200 ribu ton per tahun! Indonesia akan semakin kekurangan pangan karenanya. Selama ibukota tetap di Jawa, pulau Jawa akan semakin padat dan pembangunan tidak tersebar ke seluruh Indonesia. Jawa sudah kebanyakan penduduk/over-crowded!

Ada pun pulau Sumatera letaknya relatif agak di Barat. Dengan jumlah penduduk lebih dari 42 juta, pembangunan di Sumatera sudah cukup lumayan.

Sulawesi dengan luas 189.000 km2 dan jumlah penduduk sekitar 15 juta jiwa masih terlalu kecil wilayahnya. Sumatera dan Sulawesi adalah pulau yang subur dan cocok untuk pertanian. Jadi sayang jika pertumbuhan jumlah penduduk dipusatkan di situ. Belum lagi kedua wilayah ini rawan dengan gempa bumi dan tsunami.

Ada pun Kalimantan luasnya 540.000 km2 dengan jumlah penduduk hanya 12 juta jiwa. Pulau Kalimantan jauh lebih luas dibanding pulau Jawa, Sumatera, dan Sulawesi dan jumlah penduduknya justru paling sedikit.


Di pulau Kalimantan juga tidak ada gunung berapi dan merupakan pulau yang teraman dari gempa. Sementara di pesisir Kalimantan Tengah yang berbatasan dengan Laut Jawa juga ombak relatif tenang dan aman dari Tsunami. Ini cocok untuk jadi tempat ibukota Indonesia yang baru.

Sebaliknya Jakarta begitu dekat dengan gunung Krakatau yang ledakkannya 30 ribu x bom atom Hiroshima dengan tsunami setinggi 40 meter. Efek ledakan Krakatau terasa sampai Afrika dan Australia. Sekarang gunung Krakatau yang dulu rata dengan laut telah “tumbuh” setinggi 800 meter lebih dengan kecepatan “tumbuh” sekitar 7 meter/tahun. Sebagian ahli geologi memperkirakan letusan kembali terulang antara 2015-2083. Jadi Jakarta tinggal “menunggu waktu” saja…

[kaskus.us]

Advertisements

38 Responses

  1. duit dari mana buat bangun kota baru ?

    ngutang lagi ?? utang 100 triliun aja lom lunas, apalagi kalimantan banyak kebakaran hutan tiap tahun ibukota ditutup asap.

    lagian kota jakarta aja lom diberesin mau bikin ibukota baru, ntar ibukota yang baru nasibnya kayak jakarta

    • sebenarna pmindahanibukota itu ide yg bgus, dgn memindahkn ibukota ke kalimantan bsa membuat perkonmian indo menjdi lancar, cntohna di india n china, negra brkemang yg brhasil perekonomian na,,,
      macet n banji akn bwt wktu terbuang sia2, jakarta udh tdk tmpt bisnis lg di dunia, bhkan bali lbih dkenal dbanding jakarta,
      . india yg tdi na gra miskin brhasil dgn cpt mnjadi saingn as bgtu jhg cina, indo sbnrna sngat mampu aslkan kinerja pmerntah na baik n pro rakyat krana kiat kaya dgn SDA, cnth bolivia yg mampu mngmblikan SDA na yg udh drampas as,, saya yakin kalo DPR yg smbng2 it dralat smua, indo psti maju………

  2. salah 1000 triliun

  3. ide yang sangat cemerlang

  4. Biarin aja orang mo bilang apa. yang berkuasa bisa menentukan…. asal rakyat makmur aja lhaaaaaaaa

  5. kalau indonesia bisa jadi lbh maju.. why not?

  6. Wah ide bagus tuh, berarti tanah aku yang di kalteng akan naik harganya tuh, bisa2 aku jadi konglomerat nih.

  7. Setuju tapi pindahkan ke Sampit saja ya soalnya Palangkaraya terjepit ditengah tengah pulau, sulit akses keluar masuknya, tidak strategis, hanya bisa ditempuh melalui jalur udara dan darat, sedangkan untuk jalur transportasi lautnya tidak ada.

  8. ide cemerlang, namun lokasinya sebaiknya di KAL SEL agar dapat akses darat ,laut dan udara. Ide ini sebaiknya segera diikuti dengan survey dan penelitian mendalam mengenai aspek ekonomis dan sosiologis, agar dapat segera diwujudkan untuk pemerataan pembangunan wilayah yang tertinggal.

  9. Gue setuju dengan Wardoyo dan Daniel, karena Palangkaraya tidak memiliki akses transportasi laut, mengapa tidak dipindahkan ke Kotawaringin Timur Sampit atau ke Banjarmasin saja ? karena 2 wilayah ini merupakan posisi paling strategis di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Hati hati pak SBY anda jangan sembarangan langsung mengambil keputusan begitu saja, tolong surveylah dulu ke lapangan dan pelajari secara baik baik mengenai aspek struktur geografis alam di Kalimantan ini.

  10. pikir-pikir enak banget tingal di sorga
    semuanya dah ada yang ngatur.

    dunia mah bentar lagi juga mau kiamat.
    maksimalkan aaja yang ada

    kalo gitu terus mah sampai 200juta taun lagi juga ga bakalan beres.

    nanti ada lagi pabrik motor baru, mobil baru, rumah baru.

  11. Semoga ide itu dapat berjalan dengan lancar……

  12. Wah ternyata muncul lagi kandidat lain selain kota Palangkaraya, gue setuju jika kota Sampit ikut di nominasikan menjadi calon ibukota RI berikutnya. Mungkin alasannya sangat tepat sekali jawabnya mengenai POSISI atau LOKASI. Jika kita bandingkan secara nyata antara posisi kota Palangkaraya dan Kotawaringin Timur Sampit, memang sudah jelas sekali, jika Sampit memiliki posisi yang paling strategis dan menguntungkan di provinsi Kalimantan tengah dibandingkan Palangkaraya, mengapa demikian ? karena wilayah Kotawaringin Timur memiliki secara lengkap ke-3 jalur akses transportasi, baik itu udara, laut, maupun darat. Alasan lainnya adalah, Sampit merupakan PINTU GERBANG UTAMA untuk lalu lintas penduduk keluar dan masuk Kalteng. Yang lainnya lagi adalah, Sampit merupakan wilayah UJUNG TOMBAK BISNIS dan PEREKONOMIAN TERBESAR diseluruh Kalteng. Saya setuju sekali jika wilayah Kotawaringin Timur Sampit diusulkan menjadi ibukota RI berikutnya. Terima Kasih

  13. Saya yang asli Bali, lebih setuju kalau Ibu Kota Negara RI dipindahkan ke Makasar Sulawesi Selatan, karena untuk memacu pembangunan wilayah timur Indonesia seperti Irian Jaya perlu mendapatkan akses yang lebih cepat dari Pusat Pemerintahan, sehingga teman-teman di wilayah timur Indonesia merasa mendapatkan perhatian yang lebih dari Pusat, tentunya pemerataan pembangunan akan lebih cepat bisa dilaksanakan. “lebih cepat lebih baik”

  14. Saya setuju sekali dengan pendapat Muhammad dan I MADE LASIR. Masalahnya, saya sendiri pernah 2 kali datang ke kota Palangkaraya dan setelah saya perhatikan dengan baik baik, secara cermat dan seksama, ternyata kota Palangkaraya itu area lahan tanahnya nampak terlihat tandus dan gersang. Beda sekali dengan Sampit, ibukota dari kabupaten Kotim itu memiliki lahan pertanahan yang sangat subur, cocok sekali digunakan untuk bertanam tumbuhan apapun juga. Pantas saja mengapa seorang Ir. Soekarno pun akhirnya sampai gagal melakukan usaha pemindahan ibukota RI ke Palangkaraya pada masa itu, mungkin karena faktor faktor yang disebutkan oleh beberapa teman diatas itulah yang menjadi penyebabnya.

    • soekarno keburu lengser bro, soekarno tlh mengkomunikaikn rencana ini kpd arsitek dr luar negri.. rncana ini sdh berjalan ya krna keburu lengser jd tdk terrealisasi. mksh

  15. Saya rasa untuk pemindahan ke Sulawesi Selatan , Makassar kurang tepat , kami di Makassar sudah sumpek dengan kondisi kota yang sudah hampir mirip Jakarta .

    Saya rasa perlunya pengembangan di daerah Kalimantan , dimanapun itu . Tapi , hal itu terpulang kepada dana yang dibutuhkan untuk pembangunan Infrastruktur dan Sufrastruktur ibukota yang baru 🙂

  16. Teman teman, saya juga pernah mendengar ada lagi calon ibukota lainnya selain diwilayah Kalimantan Tengah, yaitu di provinsi Kalimantan Timur. saya pernah membaca harian koran di Radar Sampit katanya tanah Kalimantan Tengah itu bersifat ” Flat dan Gambut “. Menurut beberapa ahli surveyors di Jakarta saya juga lupa namanya, tanah seperti ini suatu saat nanti akan berakibat banjir juga, dan itu pun sekarang telah terbukti, kota Palangkaraya yang hanya memiliki penduduk kurang lebih dari 200 ribu jiwa tersebut nyatanya sekarang juga tidak lepas dari masalah banjir. Mengenai rencana pemindahan ibukota RI ke Kaltim itu begini ceritanya, katanya nanti akan dibangun sebuah kawasan kota baru diantara wilayah Samarinda dan Balikpapan, terus nantinya akan disediakan dana 100 triliun untuk membangun kawasan baru itu yang rencananya akan berjalan selama 10 tahun, dan setiap tahunnya akan dikucurkan dana sebesar 10 triliun untuk menciptakan kawasan ibukota RI yang baru itu nantinya. Alasan para ahli surveyors itu adalah, menurut mereka jika membangun sebuah ibukota yang baru di wilayah Kaltim, akan dapat lebih menyetarakan dan menyeimbangkan pembangunan diseluruh kawasan Indonesia, baik itu Indonesia bagian Timur maupun Indonesia bagian Barat. Entah benar atau tidak, wacana ini nampaknya akan semakin menarik untuk didiskusikan. Terima Kasih

  17. Balikpapan rawan bencana….seandainya kilang2 minyak itu meledak hancur lah balikpapan……Balikpapan juga daerah gempa…..Tapi cepat atau lambat Balikpapan akan terus berkembang…dengan sendirinya

  18. Setuju ibukota pindah ke kalimantan. Posisi nya yang tepat ditengah indonesia, Palangkaraya cocok jadi ibukota Indonesia. Saya dengar di Palangkaraya listriknya sering byar- pet, mudah-mudahan dengan jadi ibukota hal itu tidak terjadi lagi.

  19. Kalau saya berpikiran bahwa Ibu Kota Negara yang baru nantinya terletak di Indonesia Bagian Tengah. Saya mengusulkan Kota Bau-Bau sebagai Calon Ibu Kota Negara Indonesia. Biarkan pulau jawa menjadi pusat bisnis dan hiburan, biarkan kalimantan menjadi pusat pertambangan dan kehutanan, biarkan papua menjadi pusat pertambangan, kelautan, dan pertanian, biarkan papua menjadi pusat penyebaran agama islam, pertambangan, dan pertanian. Dan biarkan Kota Bau-Bau menjadi Pusat Pemerintahan Negara Indonesia yang baru sebagai solusi yang tepat atas berbagai permasalahan yang menimpa Ibu Kota Negara Indonesia.

    Kota Bau-Bau adalah daerah yang siap menerima perubahan sosial yang cepat serta aman dari berbagai konflik vertikal dan horizontal. Karena Kota Bau-Bau menjadikan Al-Qur’an sebagai solusi dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada, minimal dalam tataran konseptualnya.

    Kota Bau-Bau terletak pada jalur yang bukan sirkum sehingga aman dari ancaman gempa dan tsunami, Kota Bau-Bau terletak pada jalur pelayaran Kuno antara Timur Nusantara, Barat Nusantara, Utara Nusantara, dan Selatan Nusantara.

    Kota Bau-Bau adalah daerah Kesultanan Buton dan menjadi satu-satunya daerah di Nusantara yang tidak pernah dijajah oleh Belanda, Jepang, Inggris, maupun sesama Kerajaan dan Kesultanan yang ada di Nusantara. Serta bergabungnya ke dalam Negara Republik Indonesia tanpa meminta persyaratan apapun kecuali menerima Kebersamaan Kemerdekaan dalam Bingkai NKRI di bawah pimpinan Soekarno.

    Minimal atas dasar itulah sehingga Kota Bau-Bau dapat menjadi Calon Ibu Kota Negara Indonesia, yang sebelumnya masih diperlukan kajian kritis yang panjang mengenai kelayakan dan dampak yang akan muncul jika nantinya akan dijadikan sebagai Ibu Kota Negara Indonesia.

  20. Kalau saya berpikiran bahwa Ibu Kota Negara yang baru nantinya terletak di Indonesia Bagian Tengah. Saya mengusulkan Kota Bau-Bau sebagai Calon Ibu Kota Negara Indonesia. Biarkan pulau jawa menjadi pusat bisnis dan hiburan, biarkan kalimantan menjadi pusat pertambangan dan kehutanan, biarkan papua menjadi pusat pertambangan, kelautan, dan pertanian, biarkan papua menjadi pusat penyebaran agama islam, pertambangan, dan pertanian. Dan biarkan Kota Bau-Bau menjadi Pusat Pemerintahan Negara Indonesia yang baru sebagai solusi yang tepat atas berbagai permasalahan yang menimpa Ibu Kota Negara Indonesia.

    Kota Bau-Bau adalah daerah yang siap menerima perubahan sosial yang cepat serta aman dari berbagai konflik vertikal dan horizontal. Karena Kota Bau-Bau menjadikan Al-Qur’an sebagai solusi dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada, minimal dalam tataran konseptualnya.

    Kota Bau-Bau terletak pada jalur yang bukan sirkum sehingga aman dari ancaman gempa dan tsunami, Kota Bau-Bau terletak pada jalur pelayaran Kuno antara Timur Nusantara, Barat Nusantara, Utara Nusantara, dan Selatan Nusantara.

    Kota Bau-Bau adalah daerah Kesultanan Buton dan menjadi satu-satunya daerah di Nusantara yang tidak pernah dijajah oleh Belanda, Jepang, Inggris, maupun sesama Kerajaan dan Kesultanan yang ada di Nusantara. Serta bergabungnya ke dalam Negara Republik Indonesia tanpa meminta persyaratan apapun kecuali menerima Kebersamaan Kemerdekaan dalam Bingkai NKRI di bawah pimpinan Soekarno.

    Minimal atas dasar itulah sehingga Kota Bau-Bau dapat menjadi Calon Ibu Kota Negara Indonesia, yang sebelumnya masih diperlukan kajian kritis yang panjang mengenai kelayakan dan dampak yang akan muncul jika nantinya akan dijadikan sebagai Ibu Kota Negara Indonesia..

  21. Kalau saya berpikiran bahwa Ibu Kota Negara yang baru nantinya terletak di Indonesia Bagian Tengah. Saya mengusulkan Kota Bau-Bau sebagai Calon Ibu Kota Negara Indonesia. Biarkan pulau jawa menjadi pusat bisnis dan hiburan, biarkan kalimantan menjadi pusat pertambangan dan kehutanan, biarkan papua menjadi pusat pertambangan, kelautan, dan pertanian, biarkan papua menjadi pusat penyebaran agama islam, pertambangan, dan pertanian. Dan biarkan Kota Bau-Bau menjadi Pusat Pemerintahan Negara Indonesia yang baru sebagai solusi yang tepat atas berbagai permasalahan yang menimpa Ibu Kota Negara Indonesia.

    Kota Bau-Bau adalah daerah yang siap menerima perubahan sosial yang cepat serta aman dari berbagai konflik vertikal dan horizontal. Karena Kota Bau-Bau menjadikan Al-Qur’an sebagai solusi dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada, minimal dalam tataran konseptualnya.

    Kota Bau-Bau terletak pada jalur yang bukan sirkum sehingga aman dari ancaman gempa dan tsunami, Kota Bau-Bau terletak pada jalur pelayaran Kuno antara Timur Nusantara, Barat Nusantara, Utara Nusantara, dan Selatan Nusantara.

    Kota Bau-Bau adalah daerah Kesultanan Buton dan menjadi satu-satunya daerah di Nusantara yang tidak pernah dijajah oleh Belanda, Jepang, Inggris, maupun sesama Kerajaan dan Kesultanan yang ada di Nusantara. Serta bergabungnya ke dalam Negara Republik Indonesia tanpa meminta persyaratan apapun kecuali menerima Kebersamaan Kemerdekaan dalam Bingkai NKRI di bawah pimpinan Soekarno.

    Minimal atas dasar itulah sehingga Kota Bau-Bau dapat menjadi Calon Ibu Kota Negara Indonesia, yang sebelumnya masih diperlukan kajian kritis yang panjang mengenai kelayakan dan dampak yang akan muncul jika nantinya akan dijadikan sebagai Ibu Kota Negara Indonesia…

  22. Pendapat SBY adalah Benar,aku sbgai warga palangkaraya stju sekali dgn usulan ini.palangkaraya sgt tepat d’jadikan pusat pemerintahan.Alasan yg Lugas adalah palangkaraya aman dr sgala ancaman dunia maupun buatan manusia.
    klo yg mengusulkan k kaltim sgat tdk setuju karna bersebelahan dgn malaysia..Ntar trjadi komplik lagi.
    truz makassar..apa sih…???makassar udah padat,masa d’usulkan k’sana??ada2 az.
    ada yg bilang k sampit??ya gak mgkin lah…jgn pelabuhan laut sbgai alasannya.
    Yg pasti kptusan SBY adlah Real&kongkrit..karna sdh d’pkirkan secara Matang.
    Bagus…….

  23. Saya setuju sekali dengan pendapat teman teman yang mengusulkan pemindahan ibukota kebeberapa kota yang ada di Indonesia. Ada yang mengatakan pindah ke Kalimantan Timur diantara kota Samarinda dan Balikpapan kenapa tidak mungkin ? bukankan Kaltim merupakan propinsi terbesar di pulau Kalimantan, bahkan lebih besar dari Kalteng, dan saya juga tidak pernah mendengar disana pernah terjadi bencana gempa bumi tidak ada salahnya walaupun berdekatan dengan negara tetangga, siapa yang takut ? Ada juga yang mengusulkan pindah ke kota Sampit Kotawaringin Timur karena wilayah ini dianggap sebagai central dari perekonomian, bisnis perdagangan, pintu gerbang utama keluar masuk kalteng, ditambah lagi memiliki akses jalur transportasi laut yang tidak dimiliki oleh Palangkaraya, alasan yang sangat benar sekali, apanya yang tidak mungkin ? tentu semua alasan tersebut bisa dipertimbangkan lagi. Ada juga yang mengusulkan pindah ke kota Bau Bau dengan alasan yang dapat anda lihat sendiri dari saudara kita yang bernama La Ode Muhammad Rauda Agus Udaya Manarfa diatas sana, itupun juga usulan yang cukup bagus, kenapa tidak mungkin ?. Kebesaran negara ini membuktikan, bahwa tidak hanya ada 1 calon kota doang yang pantas bisa dijadikan ibukota negara, bahkan seperti propinsi Kalteng aja sudah memiliki 2 kota yang bersaing ketat, ditambah lagi dengan propinsi Kaltim yang katanya akan menjadi proyek pembuatan sebuah ibukota RI yang baru tepat ditengah tengah wilayah antara kota Samarinda dan Balikpapan. Saya betul betul salut dengan bapak presiden kita yang satu ini, beliau beberapa hari yang lalu telah mengeluarkan sebuah pidato yang mengemukakan tentang 3 opsi rencana solusi penataan untuk masalah ibukota ini diantaranya adalah :

    1.opsi pertama, yaitu ibukota tetap berada di Jakarta, tapi dengan pembenahan total pada banyak aspek yang diperlukan.
    2.opsi kedua, yaitu Jakarta tetap sebagai ibukota negara tetapi lokasi pusat pemerintahan di pindahkan ke lokasi baru.
    3.opsi ketiga, yaitu dengan cara membangun sebuah ibukota negara yang baru dimulai dari nol pada lokasi yang baru nantinya.

    Dari ke-3 opsi diatas yang baru saja di kemukakan bapak presiden RI beberapa hari yang lalu, disitu jelas sekali presiden SBY tidak pernah sedikitpun mengeluarkan ” pernyataan secara resmi ” dengan menetapkan kota Palangkaraya sebagai ibukota RI yang baru. Bahkan menyebut nyebut nama kota itupun tidak ada sama sekali. Mengapa demikian ? Karena bapak presiden sangat mengerti dan berhati hati sekali dengan pernyataan yang dibuatnya, beliau tidak mau begitu saja secara sembarangan langsung mengeluarkan keputusan sepihak tanpa memikirkan 1000 kali lebih dahulu pada akibatnya nanti. Selain itu, saya juga sangat yakin sekali kalau presiden SBY pun tentunya sudah tahu secara pasti untuk pertimbangan yang lebih baik, bahwa masih ada kota kota lain yang bahkan jauh lebih layak untuk menjadi ibukota RI daripada kota Palangkaraya, dengan beberapa alasan yang mungkin sudah disebutkan oleh teman teman di forum ini. Terima Kasih Pak Presiden SBY anda adalah seorang pemimpin yang sangat bijaksana sekali dalam mengambil sebuah keputusan yang dapat mempengaruhi nasib bangsa ini dikemudian hari nanti.

  24. Why not? Bikin yg sama sekali baru. Tanahnya seluruhnya dikuasai negara, swasta dan individu sewa aja. Lokasinya di pinggir laut perbatasan kalsel dan kalteng. Namanya: daerah khusus ibukota Nusantara. Luas minimum 2500km2. Hehehe.. Harus rechek ke pakar fengshui, kudu daerah kepala naga. 🙂

  25. Knapa gk di Makassar aja, selain memang secara geografis berada tepat di tengah2 Indonesia, Makassar aman dr Tsunami karna di klilingi byk pulau2 kecil di sekitarnya. Secara Infrastruktur Makassar adalah yg terlengkap apabila kandidatnya memang di luar Jawa.

  26. Nah unda stuju banar tu mun paray jd ibukota RI, tp unda lebih stuju lg mun sampit jd ibukota RI,,, knp hrs sampit? Soal’x sampit tu ada PELABUHAN LAUT, cuba mun paray,,,kdeda klo???
    mbah itu hibak LAHAN tidur,,,kan nyaman gasan pembangunan kota.
    Lawan lg kd suah yg ngran’x banjir d’sampit to, apa lgi gempa, ngaran’x gin kdeda gunung mencungul,hha…
    mun kd percaya,,,coba buhan kam mliati paray tu, bedakan lawan sampit,,,
    Paray tu klihatan gersang kytu.

    Sampit ni gin d’kenal UJUNG TOMBAK PEREKONOMIAN…
    Sblum paray, d’sampit tu sdh membangun BANK INDONESIA, ini menandakan kalo peredaran duit d’sampit ni lbh banyak drpd paray,
    Tinggal mengembangkan’x ja lg…

    bagiii org yg bs mengartikan bhs banjar ne, translete kan lah, 😀 😀 😀
    Koler ah,,,panat tangan…

  27. benar lah kalo dipindah ke kalteng, kalo masalah transport sulit ya nanti kan dibangun bersamaan dengan dibangunnya ibukota baru. mana mungkin ibukota berdiri tapi transitnya ga ada??
    ya semoga berhasil, moga ga dikorupsi aja tuh dana buat pindahan ibukota..

  28. Terlalu jauh pindah biaya besar…

    Masalah daerah aman gempa,bukan berarti jauh dari bencana. Msh ada jenis bencana lainnya di luar gempa.

    Pindah terdekat ya ke Jawa tapi kepadatan sangat tinggi.

    Jadi idealnya pindah ke Lampung saja, krn hanya menambah moda transportasi yang lebih representatif serta jembatan selat sunda..

    Buat apa jauh-jauh… kalau yang terdekat dan ideal masih ada?… Mau bikin proyek dan menimbun hutang..??

  29. menurut saya lebih baik ibu kota negara di pindahkan di kalimantan ,karna daerah kalimantan sangat luas dan penduduk yang tinggal di kalimantan blm memadai,,dan daerah kalimantan sangat aman dari bencana alam .

  30. kalau ibu kota masih bertempat di jakarta ….maka di jalan raya akan terjadi kemacetan …dan polusi udara semakin bertambah…dan penduduk yang tinggal di jakarta akan terserang penyakit..akibat dari polusi udara .
    dan tumbuhan hijau akan semakin berkurang akibat dari pembuatan bangunan.
    jadi menurut saya lebih
    baik ibu kota jakarta di, pindahkan di kalimantan karna kalimantan sangat luas dan penduduk yang tinggal di kalimantan sangat sedikit .dan kalimantan aman dari bencana alam.

  31. Saya kurang setuju, karena menurut saya kalau ibukota RI dipindahkan ke Kalimantan Tengah (Palangkaraya) yang berada satu pulau dengan Malaysia akan mengakibatkan campur tangan politik terhadap Politik Indonesia yang menyebabkan keributan. Saya lebih setuju jika Ibukota RI dipindahkan ke Lampung Timur karena letak Lampung Timur sangat strategis di antara pulau jawa, kalimantan, bangka – batam, singapura (jalur utama ekonomi Indonesia). Lampung aman dari segi politik dan sosial, krn provinsi ini terdiri dari multi etnik. Lampung hampir 3/4 wilayahnya di kelilingi laut, sehingga banyak potensi yg bisa dikembangkan. Saya Harap Pak SBY menjadikan Lampung TImur Sebagai Ibukota RI yang baru.

  32. Lampung Timur cocok sekali menjadi Ibukota RI yang baru karena Lampung Memiliki kekayaan Alam yang melimpah yang telah diberikan Tuhan Yang Maha Esa. Dan Penduduk Yang Sedikit Dan Hutan Yang masih banyak seperti hutan karet, Kebun Lada, Kebun Kopi dan sebagainya. Dan kualitas laut dan kali yang masih bersih.

  33. kalau saya amati dari tadi semuanya pada jagokn daerah2 nya masing2 ini justru menimbulkan konflik di antara kita ..di karnakan rasa tidak puas dgn suatu keputusan ….jadi menurutku kalu semua pada ribut dan pusing mau jadikan daerahnya ibu kota negara biarlah Maluku jadi bapak kota negara …. kep maluku terdiri dari gugusan pulau2 yg sangat subur ada terdapat beberapa pulau besar diantaranya pulau (halmahera)(seram)dan( kep sula ) …dan sangat cocok di jadikan pusat pemerintahan terutama di kep sula tepatnya di kota sanana ….pemerintah bisa aman di sana karna tidak di ekspos oleh media ..di jamin puas….

  34. Kami putra daerah kalteng sangat setuju dengan rencana pemindahan ibu kota dari jakarta ke kalteng.

  35. Yangon – Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menyambut positif wacana pemisahan pusat pemerintahan dan pusat bisnis di Indonesia, yang saat ini masih berada di Jakarta.

    Hatta menjelaskan, sudah ada usulan dan studi yang dilakukan oleh Institut Teknologi Bandung (ITB) soal pemindahan pusat pemerintahan. Ke mana usulan ITB?

    ITB, ujar Hatta, mengusulkan pusat pemerintahan Indonesia dipindah ke Kalimantan Tengah bagian barat, tepatnya di dekat Kabupaten Sampit. Wilayah ini dinilai tepat untuk dirancang dan dikembangkan menjadi sebuah pusat pemerintahan baru Indonesia seperti yang dilakukan oleh pemerintah Myanmar atau Malaysia.

    “Dari studinya ITB. Wilayah yang tepat ada di Kalimantan Tengah bagian barat atau dekat Sampit,” tutur Hatta di Yangon, Myanmar, Rabu Malam (3/4/2013).

    Dari kajian itu, Hatta menjelaskan, ketersediaan lahan dan geografi Sampit sangat mendukung untuk dibangun sebuah pusat pemerintahan
    baru.

    “Di sana ada sungai, tanahnya luas serta jaraknya sekitar 1 jam penerbangan dari ibukota (Jakarta), sama seperti Nay Pyi Taw (Myanmar),” tambahnya.

    Dari pantauan detikFinance di peta, Kabupaten Sampit diapit oleh Provinsi Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan. Kabupaten ini, langsung berhadapan dengan laut Jawa.

    http://finance.detik.com/read/2013/04/04/105131/2211215/4/

  36. Hi there all, here every one is sharing such experience,
    so it’s pleasant to read this webpage, and I used to pay a visit this webpage all the time.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: