Permen Tidak Boleh Menjadi Alat Kembalian?


Banyaknya pengaduan masyarakat tentang penggunaan permen sebagai alat pengembalian transaksi perdagangan ritel, membuat pemerintah gerah. Departemen Perdagangan (Depdag) minta para pedagang eceran tak lagi menjadikan permen sebagai ganti uang kembalian kepada konsumen. Direktur Perlindungan Konsumen Depdag Radu Malam Sembiring menegaskan, aturan pengembalian dalam transaksi ritel tertuang jelas dalam Undang-Undang (UU) Nomor 23/1999 tentang Bank Indonesia (BI).
Permen1
Pedagang1

UU BI menetapkan, seberapa pun kecil nilai kembalian dalam setiap transaksi, tetap harus menggunakan alat pembayaran yang sah. ”Kami masih memberikan waktu bagi peritel untuk membenahi. Setelah ini kami akan mengambil tindakan tegas,” jelas Radu, kemarin. Jika peritel tetap membandel, Radu menilai mereka telah melanggar UU BI dan UU No 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen. Sehingga perlu terkena tindakan tegas. Namun, sebelum mengambil tindakan tegas yang tak dia sebutkan dalam bentuk apa, Radu bilang, masalah transaksi ini lebih dulu diselesaikan langsung dengan instansi terkait, yaitu Bank Indonesia.

Sebab dalih pengusaha, mereka terpaksa memberikan permen karena tak mudah lagi bagi mereka mendapatkan uang receh untuk kembalian transaksi. ”Kami kesulitan untuk mendapatkan uang receh,” kata Heri Sumantri, Ketua Bidang Kemitraan dan Departemen UKM, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia. Tapi BI tak bisa begitu saja menerima dalih dari para pedagang tersebut. ”Perusahaan ritel bisa menukar ke BI dan kami sudah menyediakan,” kata Ery Setiawan, Kepala Bagian Pengelolaan Uang Keluar BI.

[http://eksplorasi-dunia.blogspot.com]

Advertisements

11 Responses

  1. memang menyebalkan klo seperti itu klo dulu sy jg pernah dikasih kembalian di H*ro,…. klo sekarang paling banyak kayak al*amart, y*mart dan mart-mart yang lain suka kaih kembalian pake permen juga tuh,…. pas klo kita beli pakai permen apa mereka mau gitu?????/

  2. permen kan enak?

    agak lucu membaca “…membuat pemerintah gerah”, apa benar pemerintah gerah? pemerintah yang mana?

    saya bukan ahli moneter, atau ekonomi atau apapun, tapi kalau diperhatikan pola dari uang yang beredar, memang benar, sepertinya penggunaan pecahan kecil memang dipersulit. itu di satu sisi, perhatikan juga pengadaan mesin atm kita, sekarang sepertinya tidak ada atm yang mengeluarkan pecahan uang 20.000. paling kecil 50.000, saya sempat curiga aksi ini digunakan untuk meningkatkan kegiatan konsumsi masyarakat.

    kembali ke permen, keuntungan pe-retail besar loh kalau mereka mengganti kembalian dengan perman, kalau perorangan memang tak seberapa, tapi kalau sehari ada ribuan orang yang belanja dengan motif transaksi yang sama?

    • kalo anda punya permen senilai Rp. 1.000.000,. nah tu permen anda bawa ke alfamart ato indomaret ato mart-mart yang laen… trus lu belanja pake permen yang senilai itu… apakah mereka mau melayaninya… saya rasa anda juga bukan orang yang bodoh… untuk melakukan itu….. dan yang pasti sekecil apapun jumlah kembalian belanja kita mereka (mart-mart) harus menghargainya dengan memberikan uang kembalian.

      • hmmm, itu juga maksud saya, maaf kalau elaborasi saya rancu, kadang anak kecil yang main jual-beli juga lebih memilih untuk dibayar menggunakan daun daripada permen.

        Tapi saya cuma coba melihatnya secara makro, segala sesuatu ada sebab dan akibatnya, begitu juga permen sebagai alat pembayaran.

        Bagaimana respon kita kalau kita merasa dirugikan dengan modus transaksi seperti demikian? Saya akan sangat dongkol dan marah, itu kalau saya berpikiran pendek (dan semua orang merasa punya hak untuk dongkol dan marah, tak terkecuali mengatai si kasir dan orang-orang yang tak sepikiran dengannya sebagai “pandir”), tentunya juga kita harapkan tidak seorang pun yang pernah mengenyam pendidikan akan menggunakan sebuah permen sebagai alat pembayaran meskipun permen tersebut bernilai Rp. 1000.000,-

        Yang saya coba katakan, di Indonesia ini tidak ada undang-undang manapun, yang setelah diundangkan, akan membuat mekanisme pembayaran dengan menggunakan permen tersebut berhenti, tidak sekarang, tidak beberapa tahun kedepan.

        Ini tidak lagi sekedar masalah pelaksanaan hukum, bukan masalah bodoh atau tidak, ini sudah menjadi sebuah komplex sosial budaya.

        Tapi kalau kita batasi pemikiran kita, maka biarlah ini menjadi sekedar menjadi masalah perlindungan konsumen, biarlah kita marah, dan memaki “mart-mart” itu sampai kita puas. Mereka tidak akan rugi sepeserpun.

        Satu yang saya harapkan para pengelola usaha serupa bisa menggunakan akal sehat, common sense, dalam praktek usahanya.

        Bukannya saya percaya apa yang saya tulis disini akan punya pengaruh apapun…

  3. Setiap kali dpt kmbalian brupa permen tidak jarang aku brtanya pada pegawaianya : “Mbak, besuk aku mau beli lagi disini pakai permen ini. Boleh, nggak?”

  4. tapi bagaimana kalau masalahnya dengan SPBU???

    contohnya saya dapat kasus membeli full tank bensin dengan harga Rp. 17.326 dibayar Rp 17.500.

  5. iya tuh kesel bgt klo gitu. saya juga sempet belanja di indomart.. mba’nya tanya kembalian Rp.400,- pake permen 4 biji. saya tolak. c mba-nya kaget kali baru kali ini ada yg nolak kembalian pake permen. dy jadinya ngasih uang kembalian Rp 500,- ah bodo amat dy mau rugi juga. sapa suruh ga mau nyediain receh

  6. wah di alfa midi bekasi masih tuh pake permen….

  7. walah, sebelum tulisan ini dibuat, aku udah komplain dulu lewat suratpembaca harian surya, but thanks infonya

  8. Akhirnya sudah ada di tv, semoga semuanya nonton… Biar tahu

  9. cuma di indo lo yang pake kembalian permen, negara lain mana ada uang ya kembali uang. padahal di negara lain pecahan seharga RP50 pun masih berputar meskipun itu cuma sbg kembalian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: