Pria Swedia Berusaha Mati-matian Menyusui Bayinya


PRIA-MENYUSUI-dalam(the-local)Stockholm, Bagaimana jika seorang ayah ingin menyusui anaknya? Hal itulah yang dilakukan Ragnar Bengtsson, seorang pria berkebangsaan Swedia yang ingin menciptakan hubungan erat dengan anaknya. Namun, bisakah ASI keluar dari puting susu seorang pria?

Ragnar Bengtsson (26 tahun) mencoba menstimulasi payudaranya dengan pompa dengan harapan bisa memberikan air susu untuk anaknya yang berusia 2 tahun. Bengtsson percaya bahwa memberi ASI bisa meningkatkan keeratan hubungannya dengan sang anak.

“Apapun yang tidak menyakitkan anak, patut dicoba termasuk menyusui. Dan jika itu terbukti berhasil, bisa jadi satu cara untuk mendekatkan hubungan ayah dan anak di awal masa perkembangannya,” ujar Bengtsson seperti dikutip dari The Local, Senin (7/9/2009).

Bengtsson mencoba memompa payudaranya selama 3 jam sekali tiap harinya. Rencananya ia akan terus melakukan hal itu hingga akhir bulan Desember.

Namun sebagai mahasiswa jurusan ekonomi di Stockholm University, Bengtsson pun harus tetap menjalani kuliah. Ia pun berniat untuk tetap memompa payudaranya meski dalam kelas sekalipun dan mendapat cemoohan dari teman-temannya.

“Saya akan terus memompa selama kuliah. Jika orang lain merasa tidak nyaman, itu masalah mereka, yang penting itu tidak akan membuat saya berhenti,” tutur Bengtsson.

Bengtsson merasa jika percobaannya itu berhasil, ia bisa membuat sebuah terobosan baru. “Banyak orang yang bilang saya sakit atau gila, tapi jika ini benar-benar berhasil, pasti akan sangat bermanfaat,” ujar Bengtsson.

Seorang profesor dari Karolinska Institutet, Stockholm, Sigbritt Werne pun menyebutkan bahwa usaha yang dilakukan Bengtsson mungkin saja berhasil. “Tidak menutup kemungkinan setetes atau dua tetes susu akan keluar setelah 3 atau 4 bulan,” ujar Werne.

“Wanita bisa mengeluarkan air susu karena hormon estrogennya yang berlimpah selama 9 bulan kehamilan. Pria juga punya hormon estrogen, hanya saja butuh waktu untuk merangsangnya lebih banyak,” jelas Werne.

Werne mengatakan bahwa jika Bengtsson melakukan pemompaan secara rutin, kemungkinan akan terbentuk suatu lapisan jaringan di bawah areolanya yang bisa memproduksi hormon prolaktin untuk melakukan laktasi.

Payudara memang memiliki fungsi dobel. Selain untuk memberi susu, ia juga memberi kehangatan dan kenyamanaan bagi si anak. Keinginan Bengtsson untuk menyusui anaknya dianggap Werne sebagai tindakan yang sangat mulia.

“Pria memang tidak perlu memproduksi air susu karena sudah ada ibu. Namun ketika si ibu tidak ada dan anak menangis, ayah juga bisa menenangkan anak dengan memberikan payudaranya untuk sang anak, dan itu adalah tindakan yang sangat terpuji,’ tutur Werne.(detik)

One Response

  1. setetes dalam 4 bulan…
    perjuangan yang berat….😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: