Budaya Tak Bisa Dipatenkan Sebagai HaKI ?


tari pendetIndonesia akan mematenkan beberapa kesenian tradisional untuk mencegah klaim dari negara lain seperti Malaysia. Akan tetapi hal tersebut rasanya sulit dilakukan karena adanya perbedaan pandangan tentang hak kekayaan intelektual (HaKI).

Menurut Dirjen Hukum dan Perjanjian Internasional Departemen Luar Negeri Havas Orgoseno, HaKI terbagi menjadi dua bagian, yaitu bersifat pribadi dan komunal.

Dikatakan olehnya, budaya masuk dalam kategori komunal, yang artinya kekayaan yang dimiliki bersama-sama. Ini berarti, sangat sulit mendaftarkan kebudayaan bersifat HaKI komunal menjadi sebuah hak paten.

“Karena hak paten itu hanya digunakan yang sifatnya penemuan, merek, dan desain industri. Kalaupun ingin di daftarkan, nantinya masuk ke dalam HaKI kategori pribadi, yang berarti tergolong hak cipta,” jelas Havas di sela-sela acara Media Gathering Timnas HKI di Hotel Grand Mahakam, Jakarta, Selasa (1/9/2009).

Akan tetapi permasalahannya, lanjut dia, hak cipta memiliki batas masa waktu yang bisa habis. Havas menjelaskan, jika seorang menciptakan suatu penemuan, maka hak ciptanya akan terpakai selama dia hidup. Namun setelah meninggal dunia, hak cipta akan habis 50 tahun sejak sang pencipta wafat.

Karena itu perlu dibuat rancangan instrumental hukum intenasional terhadap budaya, yang mampu melindungi klaim negara atas suatu hasil kebudayaan.

“Sayangnya hingga saat ini belum ada kata kesepakatan di pertemuan yang digelar di Swiss mengenai hukum tersebut. Indonesia mengantisipasi dengan menggelar pertemuan untuk menjembatani antara Asia dan Afrika,” imbuhnya.

Sementara itu, pendaftaran seni budaya Indonesia ke Badan PBB Unesco, juga dianggap tidak menyelesaikan masalah. Pasalnya, jika budaya sudah masuk di Unesco, maka itu akan menjadi warisan budaya dunia yang bisa dipakai oleh siapa saja.(okezone)

Advertisements

2 Responses

  1. Berarti cara terbaik menunjukan bukti bahwa ini adalah budaya kita adalah dengan cara melestarikan suatu kebudayaan yang mulai diterapkan sejak dini bahkan mungkin harus diterapkan disekolah-sekolah..

  2. Hal terbaik untuk memelihara kebudayaan bangsa adalah dengan menanamkan dan melestarikan kebudaan bangsa sendiri kepada generasi-generasi muda saat ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: