Ini dia 17 dosa Antasari Azhar menurut ICW


Jakarta,Indonesia Corruption Watch (ICW) melaporkan Antasari Azhar Ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Selasa (11/8) siang.

Dalam laporan tersebut Antasari diduga telah melakukan 17 pelanggaran kode etik selama masih aktif menjabat ketua Komisi Pemberantasan Korupsi.

azhar

Berikut ke-17 Dosa Antasari menurut ICW:

1. Pertemuan dengan Anggoro Widjaya di Singapura.

2. Membiarkan dan tidak melakukan penangkapan terhadap Anggoro sebagai pemberi suap.

3. Memberi imbalan Rp 2 juta kepada (Alm) Nasruddin Zulkarnaen atas informasi yang diberikan terkait PT RNI.

4. Memberikan keterangan yang diragukan kebenarannya dengan menyatakan tidak kenal Rani Juliani.

5. Memberikan keterangan yang diragukan kebenarannya dengan menyatakan kepada publik bahwa Nasruddin Zulkarnaen adalah pelapor kasus korupsi yang sedang dilindungi oleh KPK.

6. Pemberian uang 10.000 dollar Singapura kepada pimpinan KPK, M Jasin, di sebuah Rumah Sakit di Malang.

7. Mengusulkan untuk menarik dua perwira kepolisian yang diperbantukan KPK.

8. Melakukan hubungan langsung/komunikasi dengan mantan menteri, berinisial TA, yang menjadi tersangka kasus korupsi penagihan piutang PT Bank Bali yang ditangani Antasari Azhar saat di Kejaksaan.

9. Menerima (Alm) Nasruddin Zulkarnaen sebagai tamu di KPK, padahal di luar pelaksanaan tugas di KPK.

10. Bertemu dengan Nasruddin Zulkarnaen di Kantor KPK sebanyak 5 kali sebelum bertemu dengan Rani Juliani di hotel dan membicarakan hal yang terkait dengan tertundanya Nasruddin dilantik sebagai Direktur PT RNI, informasi korupsi di PT RNI, penawaran nasabah asuransi, minta bantuan percepatan izin PT Aneka Tambang, dan konfirmasi tentang tindak lanjut PT Ronggolawe.

11. Bertemu berdua dengan Rani Juliani di salah satu kamar hotel di Gran Mahakam.

12. Meminta dilakukan penyadapan terhadap HP Nasruddin Zulkarnaen dan Rani Juliani.

13. Menjanjikan suatu bantuan kepada WW.

14. Beberapa kali bertemu SHW dan WW tanpa memberitahukan kepada pimpinan KPK lainnya.

15. Pada 27 Mei 2008 bertemu dengan dua pengusaha di Batam yang terkait kasus korupsi, inisial H dan J.

16. Tidak melaporkan pertemuan dengan dua pengusaha tersebut kepada pimpinan KPK.

17. Tidak melaporkan kepemilikan peralatan golf dalam LHKPN.
(Sumbawanews.com.)

Advertisements

4 Responses

  1. wah parah !!!

  2. Jadi ribet juga ya… semoga ada jalan keluarnya..

  3. Segera diselesaikan se-adil-adilnya!!!!!

  4. Terlepas dari kebenaran sebuah berita, yang jelas, kenyataannya KPK telah berhasil membuat kebanyakan kalangan menjadi semakin takut untuk korupsi / menerima-memberi suap / meminta imbalan / dan sejenisnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: