SBY Memang Sakti? Apa Betul?


sbyLuar biasa…itulah kata yang pantas untuk menyebut kedigdayaan Sby. Bagaimana tidak, orang sekelas Amin Rais saja bisa masuk perangkapnya. Strategi politiknya yang jitu telah membuat para politisi papan atas bertekuk lutut padanya. Lihat saja, disitu ada PAN, PKS, PPP juga PKB. Semuanya termasuk partai lama yang didalamnya banyak terdapat politisi-politisi handal.

Partai Demokrat sebagai pemenang Pemilu dengan mantab dan percaya diri mencalonkan Sby sebagai calon presiden. Sedang partai menengah yakni PAN, PKS, PPP dan PKB juga rame-rame mengajukan calon wakil presiden mendampingi Sby. Tapi akhirnya, busss…..Sby tak menggubris usul partai-partai tersebut. Bahkan PKS sempat ngambek. Tapi betul juga kata Permadi, sang politisi dan paranormal. Ia mengatakan, anak kecil kalau lagi ngambek, dikasih permen dan dielus-elus pasti akan kembali lagi. Ternyata benar juga pendapat Permadi. Saat kampanye, parpol koalisi khususnya di daerah juga koar-koar karena merasa tak dilibatkan. Tapi itupun tak menggoyahkan koalisi yang telah dibangun.

Sekarang pilpres telah usai dengan kemenangan Sby. Namun masih ada satu lagi peristiwa yang masih ada sangkut pautnya dengan pilpres, yakni keputusan MA. Keputusan tersebut keluar hanya beberapa hari setelah penetapan hasil pemilu pilpres oleh KPU. Seperti kita ketahui keputusan MA telah menganulir keputusan KPU tentang penetapan caleg tahap dua. Imbasnya jika keputusan MA dilaksanakan, partai-partai koalisi tersebut diatas kecuali PKB akan kehilangan banyak kursi di senayan.

Sudah kayak begini, parpol koalisi masih juga lengket. Cuma ini karena kesetiaan atau takut tidak dapat jatah menteri, saya tidak tahu. Itulah kehebatan dan kedigdayaan Sby.

SBY Memang Sakti? Apa Betul?

Betulkah SBY, yang didukung dan dicalonkan partai pemenang pemilu legislatif, itu sakti, hanya karena berhasil mengabaikan usul-usul partai menengah soal calon wakil presiden? Dan kenapa PKS yang tadinya sempat ngambek, lengket lagi? Apakah mungkin itu karena, “anak kecil kalau lagi ngambek, dikasih permen dan dielus-elus pasti akan kembali lagi?” Seperti yang dikatakan politisi handal, Permadi. Atau partai-partai menengah tersebut masih berharap: “Siapa tahu bisa dapat jatah menteri?”

Pembaca yang budiman, apakah Anda sulit menebaknya?

Mari saya kutip sebuah sabda ahli strategi militer Suz Tzu, yang kebetulan terangkum dalam buku laris terbaru berjudul: CERDIK BERBICARA Cerdas Menguasai Suasana, di halaman 97:

“Dalam perang (politik) semua hal dapat ditafsirkan sebagai tipu daya. Yang tampak lemah-lembut mungkin menyimpan kekuatan; yang tampak kuat belum tentu kuat.”

Nah, kalau mengabaikan partai-partai menengah saja sudah dikatakan sakti, maka selama lima tahun terakhir memerintah, tentu banyak sekali tindakan “sakti” dari SBY.
Dengan demikian apa tindakan yang paling sakti dari SBY selama lima tahun terakhir?
* Apakah ekonomi menjadi lebih baik, sehingga cari makan lebih mudah?
* Apakah daya beli sebagian besar masyarakat semakin meningkat?
* Apakah harga kebutuhan 9 bahan pokok cendrung stabil atau malah menurun?
* Apakah kebebasan beragama dan kepercayaan sudah betul-betul terjamin?
* Apakah SBY presiden yang tidak suka dan sama sekali tidak memprktekkan paham neoliberalisme? sehingga:
1. Minyak beserta mineral kita tidak dikuasai asing?
2. Tidak menjual harga minyak dari bumi sendiri kepada rakyat sendiri dengan harga internasional (baca: harga yang ditentukan negara lain)?
3. Tidak menaikan harga jalan tol sehingga tidak cepat-cepat ingin pulang modal dan meraup laba yang besar?
4. Tidak mengimpor hasil-hasil pertanian yang nyata-nyata sudah dapat diproduksi oleh petani dalam negeri? dsb
* Apakah kesejahteraan TKI di luar negeri tambah baik?
* Apakah penegakan hukum semakin baik, misalnya, kasus Lapindo, pemberantasan korupsi sudah konsisten dan tidak “tebang pilih”, kasus DPT dsb?
* Apakah lebih berpihak kepada wong cilik seperti, pupuk yang lebih murah kepada petani kecil, solar yang selalu tersedia dengan harga lebih murah kepada nelayan kecil, gaji guru yang lebih memadai? dsb
* Apakah SBY sudah mereasilasikan reforma agaria dengan meredistribusikan lahan pertanian seluas 9,5 juta hektar untuk meningkatkan kesejahteraan petani? (Kompas cetak, Jumat, 19 Juni 2009, hal 2)
* Apakah kemapuan komunikasi politik, atau kemampuan berbicara SBY lebih tangkas, lugas dan cerdik, sehingga tidak ada kata “drakula” yang keluar?

Pembaca yang budiman, saya yakin, sedikit banyak, dalam relung hati Anda yang terdalam, sudah tahu jawabannya.(kompasiana)

4 Responses

  1. semoga makin baik hanya semoga….

  2. Wew.. Kirain SBY pnya kesaktian apa gt kaya di cerita-cerita silat..hehee..

    Salam Kenal Juragan..
    Salam Anak Bangsa..
    Salam Perubahan..

    http://celotehanakbangsa.wordpress.com/2009/08/07/burung-merak-itu-telah-terbang-tinggi/

  3. Sakti? Gak taulah…. Tp kalo istimewa, kayaknya lebih mendekati…
    Apapun hasil keputusan akhir KPU ttg presiden RI 2009-2012 nanti, semoga membawa perubahan ke arah yg lebih baik….

  4. Kalo dia ga sakti n punya kharisma tinggi, ga mingkin majalah TIME menobatkan SBY sebagai 1 dari 100 org yg paling berpengaruh di dunia, kelasnya bukan asia tenggara or asia pasifik, dunia sdr2..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: